mie instant

5 Fakta Mie Instan

6 views

Bagi kebanyakan mahasiswa di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya mie instan. Bahkan terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Mie instan setia menemani dikala lapar dini hari atau bahkan penolong disaat akhir bulan. Namun kita juga sering mendengar kabar-kabar negatif tentang mie instan tersebut. Apakah benar atau cuma sekedar kabar hoax? Yuk kita bedah mitos atau fakta mie instan.

  1. Mie instan mengandung zat lilin

Kabar ini yang paling sering kita dengar, bahkan sering dibagikan melalui media sosial. Padahal kenyataannya hanya mitos belaka. Mie instan tidak mengandung zat lilin (wax) sama sekali. Mie instan dapat lengket satu sama lain bukan disebabkan oleh zat lilin namun berasal dari kandungan minyak yang terkandung didalamnya melalui proses deep frying. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan membuat mie tetap awet. Pada proses inilah minyak terserap ke adonan mie dan dikeluarkan saat kita memasaknya.

  1. Zat gizi mie instan

banyak orang beranggapan bahwa air rebusan mie instan yang pertama tidak boleh dijadikan kuah karena terdapat banyak zat kimia didalamnya yang berbahaya bagi tubuh. Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar, bahkan menurut Prof. Dr. F.G. Winarno, justru dalam kuah rebusan mie instan pertama tersebut terdapat zat besi, zinc, vitamin dan betakaroten yang dibutuhkan tubuh. Jadi jika airnya dibuang dan diganti yang baru makan zat gizi dan vitamin yang ada didalamnya akan terbuang dan menjadi sia-sia.

Namun tak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan mie instan. Mie instan memang memiliki kandungan gizi, tapi jumlahnya bisa terbilang sedikit. Oleh karena itu, mie instan tidak bisa dimakan sendiri, perlu pelengkap lainnya seperti telur, daging, atau sayuran. Bahkan di bungkus mie instan pun digambarkan mie lengkap dengan lauk dan sayuran pelengkapnya.

Fakta lainnya dari gizi mie instan adalah kandungan karbohidrat dan lemak dengan kadar yang cukup tinggi. Hal itu membuat mie instan dapat dijadikan sebagai makanan bantu yang bersifat sementara. Makan mie instan dan ditambah dengan nasi alias karbo lauk karbo adalah sebuah kesalahan. Dalam satu porsinya, mie instan mengandung 400 kalori yang apabila ditambah dengan nasi akan menghasilkan 700 – 800 kalori. Padahal manusia normal hanya butuh 1700 – 2000 kalori saja per hari. Selain itu perpaduan maut tersebut dapat memicu timbulnya penyakit seperti diabetes, jantung, bahkan stroke. Jadi sangat tidak disarankan untuk menyantap mie instan ditambah dengan nasi.

  1. Memasak mie instan langsung dengan bumbunya

Sering kita dengar kalau memasak mie instan bersamaan dengan bumbunya berbahaya karena ketika bumbu mie instan tersebut dipanaskan pada suhu 120 derajat celcius kandungan didalamnya akan membentuk senyawa karsinogen yang dapat memicu kanker. Tapi tenang saja, info tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, pemasakan mie instan tidaklah sampai pada suhu 120 derajat celcius. Untuk menyantapnya, kita hanya cukup memanaskan mie instan pada suhu air 90 – 100 derajat celcius dalam waktu kurang lebih 5 menit.

Alasan mie instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena ditakutkan akan mengurangi cita rasa yang diinginkan oleh produsen. Mie instan hanya perlu air +- 400cc saja untuk membuat rasa yang pas dengan bumbunya.

  1. Mie instan kemasan cup

Sering terpikir oleh kita bahaya penggunaan styrofoam pada makanan yang panas, namun untuk mie instan kemasan cup styrofoam ini dapat dipastikan aman. Styrofoam khusus ini sudah melewati berbagai macam penelitian dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan kementrian lingkungan Jepang. Jadi dapat dipastikan kemasan ini cukup aman.

  1. Mie instan Indonesia mendunia

Untuk yang satu ini kita patut bangga terhadap bangsa kita. Salah satu merek mie instan asal Indonesia produksi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu Indomie masuk dalam jajaran 10 merek yang paling banyak dibeli di seluruh dunia tahun 2016.  Produk mie instan terlaris di sunia ini mencapai consumer reach points 1,9 juta. Indomie merupakan produk mie instan nomor satu di Indonesia dan telah berekspansi ke berbagai belahan dunia.

Walaupun mie instan saat ini memiliki varian rasa yang bermacam-macam, namun tidak bisa dijadikan sebagai makanan pokok pengganti sumber karbohidrat. Kita wajib membatasi konsumsi mie instan. Batas maksimal yang dianjurkan adalah 3 kali dalam seminggu. Salam Cumibunting!!!

 

Source Image: unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *