es-kolak

Kamu Tahu Asal Usul dari Kolak?

31 views

Sebagian besar dari kamu apakah bertanya tanya mengapa es kolak banyak dijajakan hanya pada saat menjelang maupun pas di bulan Ramadhan? Mengapa bisa begitu dan bagaimana ceritanya? Penasaran ngga sih? Ayo mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

Beberapa waktu lalu sempat terpikir bahwa setiap makanan khas Indonesia itu pasti memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat setempat asal dari makanan tersebut lahir. Nah untuk kolak sendiri memang populer di tanah Jawa. Konon katanya es kolak ini dibawa oleh masyarakat Timur Tengah yang singgah di tanah Jawa. Meskipun begitu make sense ngga sih, lho hubungannya apa dengan menjadi makanan khas tanah Jawa ini?

kolak ramadhan

Begini ceritanya, usut mengusut arti kata dari kolak, ternyata kolak ini menjadi media untuk menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa. Para walisongo menggunakan kolak untuk memperkenalkan Islam di pulau Jawa. Menurut KBBI online, kolak merupakan makanan yg dibuat dr pisang, ubi, dsb yg direbus dng gula dan santan. Kalau mengolak berarti membuat kolak. Dari bahan bahan kolak tersebut juga sarat akan makna. Serius bre? Insya Allah iya pak bu. Yuk kita bahas satu per satu. Dimulai dari pisang, pisang yang sering digunakan untuk membuat kolak adalah pisang kepok. Kata kepok ini diplesetkan menjadi kapok, kalau dalam bahasa Jawa artinya bertobat. Kemudian ubi, ubi kalau di Jawa nama lainnya ada ‘telo pendem’ atau ketela yang dipendam yang artinya adalah mengubur kesalahan yang telah diperbuat dan tidak akan mengulanginya kembali.

Sederhana kan? Yapp, memang begitu adanya bree. Nah, kenapa populer pada saat puasa aja? Ngga di semua bulan. Hmm, Dulu, hanya disajikan pada saat bulan Ruwah, dimana bulan ini adalah bulan dimana umat Islam lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kemudian sajian nikmat ini berlanjut hingga bulan Ramadhan. Dan akhirnya sampai sekarang menjadi menu tajil favorit masyarakat Indonesia khususnya Jawa.

Kolak juga bisa disajikan dengan kondisi hangat maupun dingin. Tergantung selera masing masing bree. Eh, ada juga lho yang mengistilahkan kolek, pake e, iya e. Biasanya orang Betawi menyebut kolak dengan sebutan kolek. Nah, sekarang ini kolak semakin banyak variasinya ada yang menggunakan kolang kaling, durian, dan berbagai macam toping lainnya. Sudah cukup paham kan darimana kata kolak itu berasal? Hehe. Semoga bermanfaat bree! Salam Cumibunting!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *